Senin, 10 April 2017




Image result for tasawuf
Tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi. Dari definisi tentang tasawuf di atas diperhatikan dan dipahami secara utuh, maka akan tampak selain berorientasi spiritual, tasawuf juga berorientasi moral. Dan dapat disimpulkan bahwa basis tasawuf ialah penyucian hati dan penjagaannya dari setiap cedera, dan bahwa produk akhirnya ialah hubungan yang benar dan harmonis antara manusia dan Allah.

Related image
Dengan demikian, sufi adalah orang yang telah dimampukan Allah untuk menyucikan hati dan menegakkan hubungannya dengan Dia dan ciptaan-Nya dengan melangkah pada jalan yang benar, sebagaimana dicontohkan dengan sebaik-baiknya oleh Nabi Muhammad saw.


Dasar-dasar Tasawwuf
Ayat yang berkenaan dengan urgensi kezuhudan dalam kehidu- pan dunia (QS. Asy Syuraa [42]:20) dan ayat-ayat yang mememerintahkan orang-orang beriman agar senantiasa berbekal untuk akhirat
barang siapa yang menghendaki Keuntungan di akhirat akan Kami tambah Keun- tungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki Keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari Keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu ba- hagianpun di akhirat. (QS. Asy Syuraa [42]: 20)
Pembagian Ilmu Tasawuf

1.      Tasawuf Akhlaki
Tasawuf akhlaki adalah tasawuf yang sangat menekankan nilai-nilai etis (moral) atau taswuf yang berkonsentrasi pada perbaikan akhlak.  Ajaran tasawuf akhlaki membahas tentang kesempurnaan dan kesucian jiwa yang di formulasikan pada pengaturan sikap mental dan pendisiplinan tingkah laku yang ketat, guna mencapai kebahagiaan yang optimal. Dengan metode-metode tertentu yang telah dirumuskan,tasawuf bentuk ini berkonsentrasi pada upaya-upaya menghindarkan diri dari akhlak yang tercela (Maz- mumah) sekaligus mewujudkan akhlak yang terpuji (Mahmudah) didalam diri para sufi.
2. Tasawuf Amali
Tasawuf amali adalah  tasawuf yang lebih mengutamakan kebiasaan beribadah, tujuannya agar diperoleh penghayatan spiritual dalam setiap melakukan ibadah. Keseluruhan rangkaian amalan lahiriah dan latihan olah batiniah dalam usaha un- tuk mendekatkan diri kepada Allah, yaitu dengan melakukan macam-macam ama- lan yang terbaik serta cara-cara beramal yang paling sempurna. Tasawuf Amali berkonotasi dengan tarekat.
3. Tasawuf Falsafi
Tasawuf Falsafi yaitu tasawuf yang menekankan pada masalah-masalah pemikiran  mendalam/metafisik. Dalam  upaya  mengungkapkan  penglaman  rohaninya, para para sufi falsafi sering menggunakan ungkapan-ungkapan yang samar-samar yang dikenal dengan syathahat yaitu suatu ungkapan yang sulit di pahami, yang sering mengakibatkan kesalahpahaman.
Sumber-sumber Tasawwuf
            1. Allah
Allah merupakan Zat sumber ilmu tasawuf, tidak ada seorangpun yang mampu menciptakan ilmu tasawuf dari selain Zat Allah.
2.      Rasulullah SAW
Rasul merupakan sumber kedua setelah Allah bagi para suϐi dalam mendalami dan pengambangkan ilmunya, karena hanya kepada Rasul sajalah Allah menitipkan wahyu-Nya, tentulah Rasul pula yang lebih banyak tahu tentang sesuatu yang tersirat di balik yang tersurat dalam Al-Qur'an. Semua keterangan tersebut hanya ada di hadis Rasulullah, maka sumber yang kedua ilmu tasawuf adalah Hadis (Sunnah Rasul).
3.      Pengalaman Sahabat
Setelah merujuk pada referensi Al-Qur'an dan Hadis, referensi selanjutnya bagi aktivitas  tasawuf  adalah  pengetahuan  dan  tindakan  para  pengikut  setia  Rasu- lullah Muhammad saw. Pengalaman spiritual yang diperolehnya sebagai penunjang semuanya itu.
4.      Ijma’ Sufi
Ijma Sufi (kesepakatan para ‘ulama tasawuf ) merupakan esensi yang sangat penting dalam ilmu tasawuf, karenanya mereka dijadikan sebagai sumber yang ke tiga dalam ilmu tasawuf setelah Al-Qur'an dan Hadis.
5.      Ijtihad Sufi
Dalam kesendiriannya, para sufi banyak menghadapi pengalaman aneh, pengala- man itu merupakan guru terbaik, namun Allah memberi akal untuk berfikir semak- simal mungkin sebagai alat pembeda antara kepositifan dengan kenegatifan dalam pengalaman.
6.      Qiyas Sufi
Qiyas merupakan penghantar sufi untuk dapat berijtihad secara mandiri jika se- dang terpisah dari jama’ahnya.
7.      Nurani Sufi
Setiap sufi positif, memiliki nurani yang tajam di hatinya, ada yang menyebutnya dengan istilah firasat, rasa, radar batin dan sebagainya merupakan anugerah Allah terhadap kaum sufi, bias dari keikhlashan, kesabaran dan ketawakkalannya dalam beribadah kepada Allah tanpa kenal lelah.
8.      Amalan Sufi
Kaum sufi memegang teguh tradisi rahasia (menyembunyikan) nurani dan amalinya, karena jika dua hal tersebut diketahui umum dapat menimbulkan kesalah fahaman, hal ini disebabkan dimensi tariqat (perjalanan) sufi merupakan dimensi batin (roh, rohani, jiwa, sesuatu esensi tersembunyi, gaib) yang tidak semua orang mampu menjalaninya, namun para sufi amat merindukannya disebabkan semata karena cinta kepadaNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tas a wu f adala h ilm u untu k mengetahu i ba g aiman a ca r a me n y u ci k a n j iw a , menjernih k a n akhlaq , membangu n dha...